Home About Us Our Product Sitemap Articles Contact Us Chat Whatsapp Live

Bingung....!!! Magnet Trap atau Metal Detector

Magnet trap atau metal detector

Untuk anda yang baru menekuni bisnis industri pangan baik skala UMKM atau pun Industri menengah dan besar. Fenomena regulasi food safety menjadi hal yang tak luput dari target utama dalam memasarkan produk. Salah satunya adalah bebas kontaminan logam khususnya Fe. Sebelum lanjut musti dibedakan antara fortifikasi zat besi dan adanya kontaminan Fe. 

Fortifikasi merupakan cara menambahkan zat besi kedalam produk pangan agar menambah kandungan zat besi tubuh. Namun efek terhadap magnetik sama halnya seperti SS 316 (-red mohon koreksi jika opini ini bisa dibantah). Beda halnya dengan kontaminan besi, dimana standar SNI setiap produk berbeda beda. Kontaminan dapat muncul dari berbagai fakto, salah satunya rawa material. 

Dokumen HACCP menyebutkan perlu adanya pencegahan masuknya kontaminan dengan magnet trap dan metal detector. Tentunya anda harus mengetahui plus minusnya dari kedua alat ini. sering pertanyaan yang masuk, apakah jika sudah memiliki salah satunya, kontaminan akan benar-benar lepas dari produk?


apakah metal detector atau magnet trap


Beberapa hal yang menjadi pertimbangan mulai dari skala UMKM hingga industri besar diantaranya

1. Magnet Trap

Magnet trap merupakan alat atau tool yang digunakan dalam menangkap kontaminan logam (note: hanya ferromagnetic dan paramagnetic), khususnya logam Fe atau Besi. 

Magnet dengan kemampuannya dapat menangkap besi sampai level serbuk atau mikron, sehingga produk anda benar-benar terlepas dari kontaminan logam. Selain itu bentuk yang sederhana dapat disesuaikan dengan kebutuhan ini. Lebih detail anda bisa menghubungi CV. Armoyo Kreasi Mandiri yang spesialis dalam custom magnet. Harga yang murah jauh dibandingkan dengan metal detector. 

Adapun kekurangannya adalah tidak dapat menangkap logam jenis diamagnetik. Banyak yang bertanya juga mengenai stainless 316. SS 316 tidak dapat menempel pada magnet karena sifat austhenicnya. Namun proses pabrikasi dapat mengikis dan mengupas lapisan austhenicnya menjadi feristik, sehingga di final dapat menempel pada magnet. 

Kekurangan berikutnya adalah alat ukur yang digunakan, gaussmeter dan pull test. Sampai saat ini kalibrasi gaussmeter belum dapat difasilitasi di Indonesia. Namun Pull test sudah dapat sertifikat level KAN.

Jadi Magnet trap punya andil dalam mencegah akumulasi logam karena dapat menangkap ukuran Fe yang sangat kecil.

2. Metal Detector

Metal Detector merupakan mesin yang memiliki sensor terhadap logam. Mekanisme transmisi dan receiver frekuensi elektromagnetik dan mendeteksi keberadaan logam. Kemampuannya dapat mendeteksi banyak jenis logam yang sangat mungkin berada pada produk.

Adapun kekurangannya, Metal detector memiliki standar tertentu yang dapat diverifikasi dengan test piece metal detecto. Selain itu dengan nilai tertentu akan tidak terdeteksi. Misal Kemampuan mesin metal detector adalah Fe 1.0 mm diameter bola besi. Maka jika ada kontaminan < Fe 1.0 mm maka akan tetap diloloskan. Namun hal itu kembali kepada standar yang berlaku. 

Metal Detector telah dapat dikalibrasi lokal, sehingga setiap tahun anda dapat memastikan apakah telah ada penyimpangan atau belum. 

Bicara harga kembali kepada kemampuan masing masing, yang jelas harga magnet trap jauh lebih murah dibanding metal detector. Beberapa keadaan anda diwajibkan memiliki mesin metal detector karena sifatnya yang sangat urgen, berapapun investasinya, penjualan anda akan semakin signifikan. terlebih dalam sistem produksi anda menggunakan magnet sebagai protektif dan metal detector sebagai final inspeksi.


Anda ingin bertanya lebih lanjut, bisa hubungi kami.

Terima kasih telah berkunjung





signature
Back to top
banner